Gelombang
feminisme di Amerika Serikat mulai lebih keras bergaung pada era perubahan
dengan terbitnya buku The Feminine Mystique yang ditulis oleh Betty Friedan
pada tahun 1963.
Buku ini ternyata berdampak luas, lebih-lebih setelah Betty Friedan membentuk
organisasi wanita bernama National Organization for Woman (NOW) pada
tahun 1966
gemanya kemudian merambat ke segala bidang kehidupan. Dalam bidang perundangan,
tulisan Betty Fredman berhasil mendorong dikeluarkannya Equal Pay Right
(1963) sehingga
kaum perempuan bisa menikmati kondisi kerja yang lebih baik dan memperoleh gaji
sama dengan laki-laki untuk pekerjaan yang sama, dan Equal Right Act (1964) dimana kaum
perempuan mempunyai hak pilih secara penuh dalam segala bidang
Gerakan
feminisme yang mendapatkan momentum sejarah pada 1960-an
menunjukan bahwa sistem sosial masyarakat modern dimana memiliki struktur yang
pincang akibat budaya patriarkal yang sangat kental. Marginalisasi peran
perempuan dalam berbagai aspek kehidupan, khususnya ekonomi dan politik,
merupakan bukti konkret yang diberikan kaum feminis.
Gerakan
perempuan atau feminisme berjalan terus, sekalipun sudah ada
perbaikan-perbaikan, kemajuan yang dicapai gerakan ini terlihat banyak
mengalami halangan. Pada tahun 1967 dibentuklah Student for a Democratic Society (SDS)
yang mengadakan konvensi nasional di Ann Arbor
kemudian dilanjutkan di Chicago pada tahun yang sama, dari sinilah mulai muncul kelompok
"feminisme radikal" dengan membentuk Women´s Liberation Workshop
yang lebih dikenal dengan singkatan "Women´s Lib". Women´s Lib
mengamati bahwa peran kaum perempuan dalam hubungannya dengan kaum laki-laki
dalam masyarakat kapitalis terutama Amerika Serikat tidak lebih seperti
hubungan yang dijajah dan penjajah. Pada tahun 1968 kelompok ini secara
terbuka memprotes diadakannya "Miss America Pegeant" di Atlantic City
yang mereka anggap sebagai "pelecehan terhadap kaum wanita dan
komersialisasi tubuh perempuan". Gema ´pembebasan kaum perempuan´ ini
kemudian mendapat sambutan di mana-mana di seluruh dunia..
Pada 1975, "Gender,
development, dan equality" sudah dicanangkan sejak Konferensi
Perempuan Sedunia Pertama di Mexico City
tahun 1975.
Hasil penelitian kaum feminis sosialis telah membuka wawasan jender untuk
dipertimbangkan dalam pembangunan bangsa. Sejak itu, arus pengutamaan jender
atau gender mainstreaming melanda dunia.
Memasuki era 1990-an,
kritik feminisme masuk dalam institusi sains yang merupakan salah satu
struktur penting dalam masyarakat modern. Termarginalisasinya peran perempuan
dalam institusi sains dianggap sebagai dampak dari karakteristik patriarkal
yang menempel erat dalam institusi sains. Tetapi, kritik kaum feminis terhadap
institusi sains tidak berhenti pada masalah termarginalisasinya peran
perempuan. Kaum feminis telah berani masuk dalam wilayah epistemologi sains
untuk membongkar ideologi sains yang sangat patriarkal. Dalam kacamata
eko-feminisme, sains modern merupakan representasi kaum laki-laki yang dipenuhi
nafsu eksploitasi terhadap alam. Alam merupakan representasi dari kaum
perempuan yang lemah, pasif, dan tak berdaya. Dengan relasi patriarkal demikian,
sains modern merupakan refleksi dari sifat maskulinitas dalam memproduksi
pengetahuan yang cenderung eksploitatif dan destruktif.
Berangkat dari
kritik tersebut, tokoh feminis seperti Hilary Rose, Evelyn Fox Keller, Sandra Harding, dan Donna Haraway menawarkan
suatu kemungkinan terbentuknya genre sains yang berlandas pada nilai-nilai
perempuan yang antieksploitasi dan bersifat egaliter. Gagasan itu mereka sebut
sebagai sains feminis (feminist science).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar