TOKOH-TOKOH PEREMPUAN DALAM MEMBANGUN PERADABAN ISLAM
Telah diketahui bahwa datangnya Islam kemuka bumi untuk membawa
kedamaian dan kemaslahatan. Padangan masyarakat jahiliyah tentang perempuan
seketika dihapus oleh Islam. Terbukti pada masa peradaban Islam, semakin
berkembangnya pergerakan-pergerakan yang dikontribusikan kepada masyarakat. sejak
Rasulullah Saw di utus untuk menyebarluaskan risalah Islam, para muslimah
generasi awal telah terlibat aktif dalam pergerakan dakwah bersama kaum
muslimin lainnya untuk melakukan transformasi sosial, mengubah masyarakat
jahiliyah yang paganistik menjadi masyarakat Islam yang Rabbani.
Sejarah mencatat nama-nama besar perempuan dari
masa Nabi Saw., masa Khulafaurasyiddin, hingga masa modern. Karena didalam
islam wanita memiliki peran yang cukup beragam dalam kehidupan. Wanita tidak
hanya berfungsi sebagai ibu rumah tangga yang baik. Wanita juga memiliki kiprah
dalam tuntunan peran yang dibutuhkan oleh lingkungan masyarakat.
Nama-nama tersebut diantaranya adalah:
1. Siti khadijah
Siti khadijah merupakan wanita yang luar biasa
yang memiliki pengaruh terhadap perkembangan Islam. Ia telah memberikan
dukungan besar terhadap Rasulullah pada awal masa kenabiannya. Tidak hanya
dengan moril, tapi dengan harta yang dimilikinya Khadijah menafkahkan hartanya
tersebut untuk perjuangan Islam. Siti Khadijah juga dikenal sebagai wanita yang
pertama kali masuk Islam.
2. Siti Aisyah
Aisyah
ra, beliau adalah salah satu istri Nabi yang berperan banyak dalam peradaban
Islam. Beliau mahir dalam beberapa bidang intelektual: bidang al-Qur’an,
al-Hadis, Fiqih dan Qiyas, pengobatan dan sejarah, serta bidang syair.
3. Siti Fatimah
Adapula
Fatimah az-Zahra anak Nabi yang pada masa nabi, atau masa ketika pasukan
muslimin melawan kaum kafir. Fatimah tidak hanya tinggal diam di dalam rumah,
ia turut membantu para syuhada-syuhada yang bertempur dalam peperangan. Seperti
halnya ia membawakan air minum kepada para pejuang muslimin, mecarikan
persediaan makanan, bahkan dalam suatu perang ia ikut serta dalam pembuatan
parit.
4. Khaulah binti Azur
Khaulah
binti Azur adalah sosok muslimah yang kuat jiwa raganya. Dia dijuluki The Black
Rider atau Ksatria Berkuda Hitam. Sejak kecil Khaulah suka dan pandai bermain
pedang. Sampai waktunya tiba ia menggunakan keterampilannya tersebut dalam
salahsatu peperangan melawan pasukan kafir Romawi dibawah kepemimpinan panglima
Khalid Bin walid. Diriwayatkan tiba-tiba saja muncul seorang penunggang kuda
dengan berpakaian serba hitam yang dengan tangkas memacu kuda-kudanya
ditengah-tengah medan pertempuran. Sosok berkuda itu dengan tanggas
mengibas-ngibaskan pedangnya dan dalam waktu singkat menumbangan tiga orang
musuh. Dan masih banyak lagi peperangan yag diikuti oleh Khaulah demi Islam
bahkan ia rela Mati Syahid jika gagal dalam melarikan diri dari peperangan.
Selain
nama-nama diatas masih banyak lagi tokoh-tokoh perempan yang ikut berkontribusi
besar dalam perkembangan Islam pada Masa Nabi SAW, misalnya Nusaibah sijago
pedang, Rufaidhah Binti Sa’ad (perawat Islam pertama), Asy’Syaf Binti Abdullah,
Ka’biyyah Binti Sa’ad al-Aslamiyyah, Ummu sa’ad Binti Rabbi, zainab Binti Ummi
Salamah, Nailah binti al- a-Farafishah si cantik yang pemberani.
Pergerakan
perempuan pada masa Nabi ini tidak menutup kemungkinan untuk semakin
berkembangnya kiprah kaum perempuan dalam bidang tertentu. Pada masa khalifah
pun para perempuan tetap berkiprah sesuai dengan bidangnya. Seperti Rabiah
al-Adawiyah, beliau adalah tokoh sufi perempuan pada masa khalifah bani
Ummayah. Kehidupan yang dijalani oleh Rabiah al-Adawiyah terbilang cukup sulit.
Karena ia merupakan seorang hamba sahaya. Dalam hidupnya ia tiada pernah
menyianyiakan waktunya untuk beribadah. Ketekunannya serta ketaqwaannya kepada
Allah Swt., yang membawanya pada kehidupan yang damai. Hingga akhirnya ia
menjadi seorang pelopor tasawuf mahabbah, yaitu ajaran sufi yang
dijalaninya. Ibadah yang ia lakukan bukan terdorong oleh rasa takut akan siksa
neraka atau rasa penuh harap akan pahala atau surga, melainkan semata-mata
terdorong oleh rasa rindu pada Tuhan untuk menyelami keindahan–Nya yang azali.
Telah disebutkan diatas bahwa tidak sedikit
tokoh-tokoh perempuan yang kehadirannya membawa pengaruh baik bagi perkembangan
Islam, baik pada masa Nabi, masa Kekhalifahan Islam, dan setelahnya. Hal itu
menandakan bahwa kemajuan telah diraih kaum perempuan, dari yang awalnya
perempuan tidak dihargai sama sekali kini perempuan banyak meraih penghargaan
dalam berbagai aspek kehidupan.
Melihat
masa modern seperti ini kita tidak bisa melupakan tokoh-tokoh perempuan yang
mempunyai integritas tinggi dalam kemajuan Islam. Diantaranya sebagai berikut:
a.
Maryam
jameelah
Seorang perempuan yahudi Amerika dibesarkan di
Westchester. Keluarganya merupakan seorang yahudi yang tidak taat yang beberapa
tahun memutuskan hubungannya dengan judaisme. Lalu bergabung dalam masyarakat
Budaya Etis (Ethical Culture Society) dan akhirnya gereja Unitarian. Maryam
jamilah mempelajari Islam secara formal juga membaca literatur sejarah bangsa
Arab, dimana disitulah ia menemukan bahwa islam besar dan agung bukan karena
Bangsa Arab tapi Islamlah yang membuat bangsa Arab Beradab.
Dengan berbagai proses kehidupan yang
dilaluinya akhirnya ia memutuskan untuk memeluk Islam. Melihat pergantian
agamanya, ia melihat dirinya meninggalkan Yudaisme modern yang sekuler dan
materialisme modernnya yang telah mengungguli aspek-aspek religiusnya. Maryam Jameelah memulai kariernya sebagai
pembela Islam (muslim Apologist) yang berbicara pada dunia Islam maupun dunia
barat. Buku-buku dan artikelnya tang ditulis dalam bahasa Inggris diterjemahkan
kedalam bahasa muslim, mengetengahkan interpretasi Islam yang tradisional dan
reksi polemik terhadap barat yang mewakili sigmen penting orang-orang Islam dan
telah menemukan banyak pengagum didunia muslim.
b.
Fatima
Mernissi
Fatimah
mernissi yang membantah hadis tentang anjing, keledai, dan perempuan.
Bahwasanya Rasulullah pernah berkata: “anjing, keledai dan perempuan
akan membatalkan salat seseorang apabila ia melintas di depan
mereka, menyela diantara orang yang salat dan kiblat”. Pelacakan
Mernissi terhadap nash-nash suci baik Al-Qur’an dan Hadis didasari pada
pengalaman individunya sehari-hari ketika berhubungan dengan
masyarakat. Seperti misalnya hadis-hadis yang ia sebut misoginis yang
menyatakan posisi perempuan sama dengan anjing dan keledai sehingga
membatalkan salat sesorang, dikarenakan rasa ingin
tahu yang mendalam terhadap posisi Hadis tersebut. Pengalaman itu
ia dapatkan waktu remaja di sekolah.
Penulis melihat, karya-karya Mernissi
sarat dengan pengalaman individualnya. Setidaknya pengalaman
individualnya itulah yang memacunya untuk melakukan riset historis tentang
sesuatu yang dia rasa mengganggu paham keagamaannya. Misalnya kita
lihat dalam karyanya The Veil and Male Elite (diterjemahkan
ke dalam bahasa Indonesia, Menengok kontroversi Keterlibatan Wanita
Dalam Politik, (Surabaya: Dunia Ilmu, 1997) yang kemudian ia
revisi menjadi Women and Islam: A Historical and Theological
Enquiry (diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia: Wanita dalam Islam,
Bandung: Pustaka, 1994).
c. Zainab Al-Ghazali Al-Zubaili
Ia
adalah sosok wanita asal mesir yang mempelopori gerakan perempuan Islam untuk
memperjuangkan persamaan hak perempuan yang saat itu tindakan-tindakan dzalim
dilakuakn dimana-mana oleh pemerintahan mesir. Zainab Al-Ghazali ialah seorang
aktivis yang tanpa ragu melawan sekularisme dan liberalisme.
d.
Amina
Wadud
Amina
wadud Muhsin adalah seorang perempuan pemikir kontemporer yang dilahirkan
diAmerika tahun 1952. Dalam salah satu karyanya Aminawadid mencoba melakukan
dekontruksi dan rekontruksi terhadap model penafsiran kelasik yang sangat sarat
dengan bias patiarki. Asumsi asar yang dijadikan kerangka pemikirannya adalah
bahwa al-Qur’an merupakan sumber nilai tertinggi yang secara adil mendidik
laki-laki dan perempuan setara. Karena itu perintah islam yang termuat dalam
al-Qur’an mestinya diinterpretasikan dalam konteks historis yang spesifik.
Dengan kata lain sosio historis kultural ketika ayat itu turun harus juga
iperhatikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar