Jumat, 19 Desember 2014

TOKOH-TOKOH PEREMPUAN DALAM MEMBANGUN   PERADABAN ISLAM
Telah diketahui bahwa datangnya Islam kemuka bumi untuk membawa kedamaian dan kemaslahatan. Padangan masyarakat jahiliyah tentang perempuan seketika dihapus oleh Islam. Terbukti pada masa peradaban Islam, semakin berkembangnya pergerakan-pergerakan yang dikontribusikan kepada masyarakat. sejak Rasulullah Saw di utus untuk menyebarluaskan risalah Islam, para muslimah generasi awal telah terlibat aktif dalam pergerakan dakwah bersama kaum muslimin lainnya untuk melakukan transformasi sosial, mengubah masyarakat jahiliyah yang paganistik menjadi masyarakat Islam yang Rabbani.
Sejarah mencatat nama-nama besar perempuan dari masa Nabi Saw., masa Khulafaurasyiddin, hingga masa modern. Karena didalam islam wanita memiliki peran yang cukup beragam dalam kehidupan. Wanita tidak hanya berfungsi sebagai ibu rumah tangga yang baik. Wanita juga memiliki kiprah dalam tuntunan peran yang dibutuhkan oleh lingkungan masyarakat.
Nama-nama tersebut diantaranya adalah:
1.    Siti khadijah
Siti khadijah merupakan wanita yang luar biasa yang memiliki pengaruh terhadap perkembangan Islam. Ia telah memberikan dukungan besar terhadap Rasulullah pada awal masa kenabiannya. Tidak hanya dengan moril, tapi dengan harta yang dimilikinya Khadijah menafkahkan hartanya tersebut untuk perjuangan Islam. Siti Khadijah juga dikenal sebagai wanita yang pertama kali masuk Islam.
2.    Siti Aisyah
Aisyah ra, beliau adalah salah satu istri Nabi yang berperan banyak dalam peradaban Islam. Beliau mahir dalam beberapa bidang intelektual: bidang al-Qur’an, al-Hadis, Fiqih dan Qiyas, pengobatan dan sejarah, serta bidang syair.
3.    Siti Fatimah
Adapula Fatimah az-Zahra anak Nabi yang pada masa nabi, atau masa ketika pasukan muslimin melawan kaum kafir. Fatimah tidak hanya tinggal diam di dalam rumah, ia turut membantu para syuhada-syuhada yang bertempur dalam peperangan. Seperti halnya ia membawakan air minum kepada para pejuang muslimin, mecarikan persediaan makanan, bahkan dalam suatu perang ia ikut serta dalam pembuatan parit.
4.    Khaulah binti Azur
Khaulah binti Azur adalah sosok muslimah yang kuat jiwa raganya. Dia dijuluki The Black Rider atau Ksatria Berkuda Hitam. Sejak kecil Khaulah suka dan pandai bermain pedang. Sampai waktunya tiba ia menggunakan keterampilannya tersebut dalam salahsatu peperangan melawan pasukan kafir Romawi dibawah kepemimpinan panglima Khalid Bin walid. Diriwayatkan tiba-tiba saja muncul seorang penunggang kuda dengan berpakaian serba hitam yang dengan tangkas memacu kuda-kudanya ditengah-tengah medan pertempuran. Sosok berkuda itu dengan tanggas mengibas-ngibaskan pedangnya dan dalam waktu singkat menumbangan tiga orang musuh. Dan masih banyak lagi peperangan yag diikuti oleh Khaulah demi Islam bahkan ia rela Mati Syahid jika gagal dalam melarikan diri dari peperangan.
Selain nama-nama diatas masih banyak lagi tokoh-tokoh perempan yang ikut berkontribusi besar dalam perkembangan Islam pada Masa Nabi SAW, misalnya Nusaibah sijago pedang, Rufaidhah Binti Sa’ad (perawat Islam pertama), Asy’Syaf Binti Abdullah, Ka’biyyah Binti Sa’ad al-Aslamiyyah, Ummu sa’ad Binti Rabbi, zainab Binti Ummi Salamah, Nailah binti al- a-Farafishah si cantik yang pemberani.
Pergerakan perempuan pada masa Nabi ini tidak menutup kemungkinan untuk semakin berkembangnya kiprah kaum perempuan dalam bidang tertentu. Pada masa khalifah pun para perempuan tetap berkiprah sesuai dengan bidangnya. Seperti Rabiah al-Adawiyah, beliau adalah tokoh sufi perempuan pada masa khalifah bani Ummayah. Kehidupan yang dijalani oleh Rabiah al-Adawiyah terbilang cukup sulit. Karena ia merupakan seorang hamba sahaya. Dalam hidupnya ia tiada pernah menyianyiakan waktunya untuk beribadah. Ketekunannya serta ketaqwaannya kepada Allah Swt., yang membawanya pada kehidupan yang damai. Hingga akhirnya ia menjadi seorang pelopor tasawuf mahabbah, yaitu ajaran sufi yang dijalaninya. Ibadah yang ia lakukan bukan terdorong oleh rasa takut akan siksa neraka atau rasa penuh harap akan pahala atau surga, melainkan semata-mata terdorong oleh rasa rindu pada Tuhan untuk menyelami keindahan–Nya yang azali.
   Telah disebutkan diatas bahwa tidak sedikit tokoh-tokoh perempuan yang kehadirannya membawa pengaruh baik bagi perkembangan Islam, baik pada masa Nabi, masa Kekhalifahan Islam, dan setelahnya. Hal itu menandakan bahwa kemajuan telah diraih kaum perempuan, dari yang awalnya perempuan tidak dihargai sama sekali kini perempuan banyak meraih penghargaan dalam berbagai aspek kehidupan.
Melihat masa modern seperti ini kita tidak bisa melupakan tokoh-tokoh perempuan yang mempunyai integritas tinggi dalam kemajuan Islam. Diantaranya sebagai berikut:
a.    Maryam jameelah
Seorang perempuan yahudi Amerika dibesarkan di Westchester. Keluarganya merupakan seorang yahudi yang tidak taat yang beberapa tahun memutuskan hubungannya dengan judaisme. Lalu bergabung dalam masyarakat Budaya Etis (Ethical Culture Society) dan akhirnya gereja Unitarian. Maryam jamilah mempelajari Islam secara formal juga membaca literatur sejarah bangsa Arab, dimana disitulah ia menemukan bahwa islam besar dan agung bukan karena Bangsa Arab tapi Islamlah yang membuat bangsa Arab Beradab.
Dengan berbagai proses kehidupan yang dilaluinya akhirnya ia memutuskan untuk memeluk Islam. Melihat pergantian agamanya, ia melihat dirinya meninggalkan Yudaisme modern yang sekuler dan materialisme modernnya yang telah mengungguli aspek-aspek religiusnya.  Maryam Jameelah memulai kariernya sebagai pembela Islam (muslim Apologist) yang berbicara pada dunia Islam maupun dunia barat. Buku-buku dan artikelnya tang ditulis dalam bahasa Inggris diterjemahkan kedalam bahasa muslim, mengetengahkan interpretasi Islam yang tradisional dan reksi polemik terhadap barat yang mewakili sigmen penting orang-orang Islam dan telah menemukan banyak pengagum didunia muslim.
b.    Fatima Mernissi
Fatimah mernissi yang membantah hadis tentang anjing, keledai, dan perempuan. Bahwasanya Rasulullah pernah berkata“anjing,  keledai  dan perempuan akan  membatalkan  salat seseorang  apabila ia melintas di depan mereka,  menyela diantara orang yang salat dan kiblat”. Pelacakan Mernissi terhadap nash-nash suci baik Al-Qur’an dan Hadis didasari  pada pengalaman individunya  sehari-hari ketika berhubungan  dengan  masyarakat. Seperti misalnya hadis-hadis yang ia sebut misoginis yang menyatakan posisi perempuan sama dengan  anjing dan  keledai sehingga membatalkan  salat sesorang,  dikarenakan  rasa ingin  tahu  yang mendalam terhadap posisi Hadis  tersebut. Pengalaman itu ia dapatkan waktu remaja di sekolah.
Penulis  melihat,  karya-karya Mernissi  sarat  dengan pengalaman individualnya. Setidaknya pengalaman  individualnya itulah yang memacunya untuk melakukan riset historis tentang sesuatu yang dia rasa mengganggu paham  keagamaannya.  Misalnya kita lihat dalam karyanya The  Veil  and Male  Elite (diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, Menengok kontroversi Keterlibatan Wanita  Dalam  Politik, (Surabaya: Dunia Ilmu, 1997) yang kemudian ia revisi  menjadi  Women and Islam: A Historical and Theological Enquiry (diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia: Wanita dalam Islam, Bandung: Pustaka, 1994).
c.    Zainab Al-Ghazali Al-Zubaili
Ia adalah sosok wanita asal mesir yang mempelopori gerakan perempuan Islam untuk memperjuangkan persamaan hak perempuan yang saat itu tindakan-tindakan dzalim dilakuakn dimana-mana oleh pemerintahan mesir. Zainab Al-Ghazali ialah seorang aktivis yang tanpa ragu melawan sekularisme dan liberalisme.
d.   Amina Wadud
Amina wadud Muhsin adalah seorang perempuan pemikir kontemporer yang dilahirkan diAmerika tahun 1952. Dalam salah satu karyanya Aminawadid mencoba melakukan dekontruksi dan rekontruksi terhadap model penafsiran kelasik yang sangat sarat dengan bias patiarki. Asumsi asar yang dijadikan kerangka pemikirannya adalah bahwa al-Qur’an merupakan sumber nilai tertinggi yang secara adil mendidik laki-laki dan perempuan setara. Karena itu perintah islam yang termuat dalam al-Qur’an mestinya diinterpretasikan dalam konteks historis yang spesifik. Dengan kata lain sosio historis kultural ketika ayat itu turun harus juga iperhatikan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar